Jadi harus mulai dari mana, sejak seminggu lalu kalutnya ga sudah sudah. Ada rasa yang aduh ngeganjel dari sejak Ibu berpulang. Rasanya belum ikhlas buat berkata iya ini bukan mimpi, Allah yang menghendaki. Kembali kata-kata Mbak berulang seperti kaset, "Ibu itu orang yang ga mungkin dan ga boleh ga ada." dan aku terhipnotis.
Sabar, itu yang saya sempat bilang ke Mas. Ya, walaupun sebenarnya saya jujur sedang berkompromi dengan diri sendiri untuk itu. That was me, that was my fault, seandainya, segudang pikiran pengandaian kembali datang saat diri tidak beraktifitas. Maka benar kalau diri sedang berduka maka bekerjalah. Bekerja entah itu dengan nyapu, ngepel bahkan nonton acara tv gosip yang tak penting sekalipun. Biarlah otak tidak ikut ambil bagian berfikir. Mungkin benar saat sudah begini yang harus dihilangkan adalah "gelone", adalah perasaan bersalah diri sendiri. Karena sesungguhnya yang merasa kehilangan bukan kita sendiri. Yang paling berduka bukan kita sendiri.
Dan akhirnya, innalillahi wa inna ilaihi roji'un.. selamat berpulang Ibu.. We will miss you so much.. Dan semoga kita akan bertemu lagi dalam keadaan yang sangat baik nanti..
Allahummaghfirlaha warhamha wa'afiha wa'fuanha.. Khusnul Khotimah. Aamiin...
profile
Aku, Kamu, Mereka dan Alam
Aku, Kamu, Mereka dan Alam... Pantai Gedong, 8 Maret 2011 bersama keluarga keduaku,,
Thursday, 3 September 2015
Wednesday, 13 May 2015
Hellooooooooo..........
Halo halo... lama ga ngeblog. Sibuk! Iya sibuk, saya sibuk dengan anak endhut pipi bakpao Almira :) Iya, saya sudah lahiran ehm sekali lagi LAHIRAN.. Alhamdulillah.. A beautiful baby girl, Almira Zulfa Nafi'a. Cerita lengkapnya nanti di post tersendiri aja ya. Terlalu panjang kalo di sini :)
Udah Mei aja ya, udah 5 bulan lho yang udah dilalui di 2015. Nah lho apa aja udah dilakukan di 2015? Yang pasti banyak.. hehe.. review singkatnya alhamdulillah saya lahirannya lancar jaya. Dan alhamdulillah lagi rizqinya adek bayi sekarang saya sudah punya gubug kecil di Purwodadi. Mari mampir mas-mas, mbak mbak, kita ngopi sambil bahas novel hihi.. Trus si baby sekarang sudah 2 bulan udah belajar tengkurep dan makin gembul menggemaskan. Ah, pokoknya hidup makin bahagia dan berwarna. Alhamdulillah wa syukurillah.. :)
InsyaAllah nanti dipost selanjutnya saya akan nulis tentang Baby Almira mulai lahiran sampe 2 bulan sekarang. Yang pasti, hidupmu akan makin berwarna saat ada tangisan bayi dan tawa cekikikan anak kecil. I'm happy, I'm really happy, alhamdulillah.. :)
Udah Mei aja ya, udah 5 bulan lho yang udah dilalui di 2015. Nah lho apa aja udah dilakukan di 2015? Yang pasti banyak.. hehe.. review singkatnya alhamdulillah saya lahirannya lancar jaya. Dan alhamdulillah lagi rizqinya adek bayi sekarang saya sudah punya gubug kecil di Purwodadi. Mari mampir mas-mas, mbak mbak, kita ngopi sambil bahas novel hihi.. Trus si baby sekarang sudah 2 bulan udah belajar tengkurep dan makin gembul menggemaskan. Ah, pokoknya hidup makin bahagia dan berwarna. Alhamdulillah wa syukurillah.. :)
InsyaAllah nanti dipost selanjutnya saya akan nulis tentang Baby Almira mulai lahiran sampe 2 bulan sekarang. Yang pasti, hidupmu akan makin berwarna saat ada tangisan bayi dan tawa cekikikan anak kecil. I'm happy, I'm really happy, alhamdulillah.. :)
Wednesday, 24 December 2014
Goes To 2015
Halo-halooo... Ga kerasa udah menjelang akhir Desember 2014. Bentar lagi udah 2015 dan welcome 25 tahun!! InsyaAllah mimpi-mimpi yang aku impikan saat usia 25 tahun hampir terpenuhi, merit, punya suami baik bingit (muga-muga dia baca trus ngasih hadiah hehe :P ) dan punya baby. Oh ya, 2015 berarti menghitung hari ketemu baby mungilku tersayang.. Aaaak aku jadi ga sabaaaar.. Pengennya gendong trus quality time ama si dedek dan suami. Dua bulan lagi, dua bulan lagi..
Suka duka tahun 2014 ini kira-kira begini kalau dirangkum...
Itu rangkuman tahun 2014 yang bentar lagi mau ganti jadi tahun 2015. Welcome new year, welcome 25th years old, welcome my lovely baby :*
Sebenernya ada buanyak banget rencana yang pengen aku lakuin di tahun 2015. Prioritasnya seperti ini kira-kira:
1. LANCAR LAHIRAN
2. PUNYA RUMAH
3. (ini kalo boleh sih) MUTASI KANTOR atau kalo ga LANJUT KULIAH
4. NGERINTIS USAHA LAGI
InsyaAllah bisa ya adek sayang, sambil elus perut.. Well, di penghujung tahun ini semoga apa-apa yang kita lakukan bermanfaat sepanjang tahun ini. Barakah untuk tahun-tahun mendatang. Dilancarkan semuanya, suami makin banyak rizkinya biar saya bisa punya rumah hihi. Makin bahagia hidupnya dan semoga adek sayang lahir sehat jasmani dan rohani aamiin..
See ya semuanya di awal tahun 2015.. --tiup terompet--
Suka duka tahun 2014 ini kira-kira begini kalau dirangkum...
Januari --ini saya lupa ada moment apa. Yang pasti awal tahun semangat baru dan baru aja jadi tunangan orang hihi--
Februari ulang tahun si Mas. Ga ada yang spesial sih, cuma si Mas datang ke rumah makan es krim bareng trus ngasih hadiah. Udah... :P
Maret Ribet ngurusin persiapan nikah dari mastiin tempat, undangan, catering dll
April Melepas masa lajang hihi.. Menikah dengan Mamas yang sekarang jadi misua tercintah..
Mei Adaptasi lingkungan baru, adaptasi kantor baru karena pindah KP2KP, adaptasi hidup dengan orang baru, dan ini pertama kalinya saya ngontrak rumah. Mulai belajar ngurus rumah sendiri.
Juni Bulan ini saya genap 24 tahun dan dapat hadiah ulang tahun terindah yaitu kabar kehamilan. Ya, dibulan ini saya tau kalau saya positif hamil.
Juli Penyesuaian paska hamil. Tapi alhamdulillah ga banyak perubahan, muntah mual jarang, rujak ga doyan, pokoknya hamil bahagia.
Agustus --ada moment apa ya?--
September Pertama kali merasakan yang namanya mudik. Bagi-bagi waktu antara pulang ke rumah dan rumah mertua. Aduh sempet agak mellow juga gara-gara lebaran hari pertama ga ketemu ibu. Ini pertama kalinya nih..Bulan ini sahabatku, Harum berangkat ke Belanda buat study S2. Semoga 2 tahun lagi bisa ketemu dengan keadaan yang lebih baik ya.. :)
Oktober Acara 4 bulanan dedek bayi.. Pengajian gitulah mendoakan adek yang masih dalam kandungan sehat dan lancar kehamilan sampai persalinan. Kenapa 4 bulan? karena 4 bulan adalah waktu ditiupkan roh ke dalam janin. Jadi, doa dimaksudkan agar janin diberikan kepintaran, kecerdasan, iman dan kesehatan serta 3 perkara yang ditentukan sewaktu janin itu lahir (jodoh, rizki dan kematian) diberikan yang terbaik.
November Bulan ini banyak sahabat yang melepas masa lajang termasuk my best friend, Vivi. Congratulation ya sayang. semoga pernikahannya sakinah.. :*
Desember InsyaAllah tanggal 26 Desember nanti si Dedek 7 bulan. Kalo adat orang Jawa mitoni namanya. Alhamdulillah selama kehamilan adek ga pernah rewel, ga pernah bermasalah. Lancar dan sehat sampe lahir ya sayang... :*
Itu rangkuman tahun 2014 yang bentar lagi mau ganti jadi tahun 2015. Welcome new year, welcome 25th years old, welcome my lovely baby :*
Sebenernya ada buanyak banget rencana yang pengen aku lakuin di tahun 2015. Prioritasnya seperti ini kira-kira:
1. LANCAR LAHIRAN
2. PUNYA RUMAH
3. (ini kalo boleh sih) MUTASI KANTOR atau kalo ga LANJUT KULIAH
4. NGERINTIS USAHA LAGI
InsyaAllah bisa ya adek sayang, sambil elus perut.. Well, di penghujung tahun ini semoga apa-apa yang kita lakukan bermanfaat sepanjang tahun ini. Barakah untuk tahun-tahun mendatang. Dilancarkan semuanya, suami makin banyak rizkinya biar saya bisa punya rumah hihi. Makin bahagia hidupnya dan semoga adek sayang lahir sehat jasmani dan rohani aamiin..
See ya semuanya di awal tahun 2015.. --tiup terompet--
Tuesday, 16 December 2014
What I want to say About TORCH...
Saya pernah melihat sebuah rekaman seminar oleh Reza Gunawan dan istrinya, Dee Lestari di Youtube. Pada waktu itu Reza sedang memberikan pemahaman tentang gentle birth. Reza bilang bahwa seharusnya merencanakan generasi yang baik itu dimulai bahkan jauh sebelum kita merencanakan pernikahan. Bahwa mempersiapkan janin yang akan kita kandung agar minim trauma dan tumbuh sempurna itu selayaknya dipersiapkan bahkan sebelum kita mempunyai pasangan. Dan yang terpenting, memilih pasangan yang akan menjadi partner dalam menciptakan keturunan yang baik itu tentu saja tidak sekedar berdasarkan fisik semata. Ada detail yang kadang kita lupa untuk bertanya pada pasangan kita seperti bagaimana riwayat kesehatannya, apa golongan darahnya, cocokkah riwayat tersebut bila disandingkan dengan kita. Ya, kita melupakan hal tersebut.
Sewaktu pertama mendengar itu dari Reza saya termenung. Benar juga yaa, saya bahkan tidak berfikir sampai sejauh itu. Bahkan bertanya tentang kondisi kesehatan calon suami pun tidak terfikirkan. Tetapi alhamdulillah saya diberi suami yang sehat wal afiat. Hanya saja saya lalai mengecek kondisi saya sendiri. Saya tidak tahu apakah tubuh saya ini sudah siap dan aman menjadi tempat berkembangnya kehidupan baru bagi janin saya. Jika baru sekarang saya tahu maka saya yakin Allah, Tuhan saya Maha Rahman Rahim dan Maha Pemberi pada apapun yang diminta hamba-Nya. Lancarkan dan sehatkan janin dalam kandungan saya ya Allah. Ijinkan kami bertemu 3 bulan lagi dalam kondisi sehat lahir dan batin. Aamiin...
Nah, bagi kamu yang akan merencanakan nikah, akan merencanakan punya momongan atau sedang hamil muda, saya sarankan mencegah dan tindakan jaga-jaga itu penting. Terutama jaga-jaga atas virus yang satu ini, TORCH (Toxoplasma Other virus Rubella CMV dan HSV). Silahkan googling dan anda akan menemukan banyak sekali artikel yang membahas tentang TORCH. Tesnya mahal dan tidak semua rumah sakit memfasilitasi. Tapi dari tes itu kita bisa lebih menyiapkan diri dan memberi yang terbaik untuk calon buah hati kita. Karena virus ini menyerang janin kita tanpa gejala yang nampak. Semoga jangan sampai terjadi kalau buah hati kita lahir dengan yang kita tidak inginkan, na'udzubillahi mindzalik..
Monday, 24 November 2014
6 Bulan yang Menakjubkan...
Genap 6 bulan sudah ada janin di perutku. Dan akhirnya setelah 6 bulan ini aku mulai bisa merasakan gerakan-gerakan kecilnya. Mulai takjub dengan kepintarannya merespon suara ibunya saat mengajaknya komunikasi. Mulai gemes sendiri segera pingin gendong, segera pingin meluk makhluk kecil yang kini sedang bertumbuh di perutku. Alhamdulillah ya Allah, ini anugerah yang sangat besar. Bisa merasakan hamil dengan nikmat tanpa mual dan gangguan berarti, bisa merasakan gerakan-gerakan mungilnya dan melihatnya bertumbuh dengan sehat di perutku.
3 bulan lagi nak...
3 bulan lagi kami akan menyambutmu ke dunia. Ah, membayangkannya aku udah seneng. Kepingin cepet-cepet bulan depan, bulan depannya lagi dan langsung HPL. Doakan kami bisa jadi orang tua yang baik buatmu ya nak. Doakan kami selalu ada buatmu. Yayah, Ibu, Eyang, Pak dhe, Budhe, Om, tante dan semua ingin segera bertemu denganmu. Jagoan atau srikandi ibu sehat-sehat ya nak. Bantu ibu supaya nanti bisa melahirkan dengan lancar, sehat dan memberimu segala yang kamu butuhkan dan perlukan.
Menghitung hari menuju HPL...
I love you my lillte baby... :*
Menghitung hari menuju HPL...
I love you my lillte baby... :*
Friday, 9 May 2014
Kebaikan Hati dan Sebuah Ucapan Terima Kasih
Sabtu, 3 Mei 2014 tepatnya selepas adzan Isya mas Dwi pulang dengan tergesa-gesa. Mengetuk pintu dengan tergesa dan raut muka yang berantakan. Aku yang waktu itu baru selesai mandi ikut gugup. Kenapa? tanyaku dalam hati. "Dompetku ketinggalan ya Yang?" Ah, aku tahu ujungnya. Mas Dwi langsung balik kanan, menyalakan kembali motornya dan menghilang. Beberapa saat kemudian Mas Dwi pulang dengan wajah semakin kacau. Jujur saja, baru kali ini aku melihatnya sepanik ini. Bagaimana tidak panik, dompet itu berisi surat-surat penting seperti KTP, ATM, SIM A, SIM C dan sebagainya. Bukan masalah besar bila kami adalah warga asli di Purwodadi. Akan tetapi KTP Mas Dwi masih berdomisili di Batang. Akan sangat menyusahkan jika benar-benar hilang dan harus pulang ke Batang untuk mengurus semuanya. Bukan masalah materi, tapi waktu dan tenaga yang terbatas sedangkan kami Senin sampai dengan Jumat harus masuk kantor.
Bukan urusan gampang harus bersikap tenang saat suami sedang galau berat. Yah, mesti bilang "ga papa mas.. ntar kalo ilang di urus lagi satu-satu". Mesti tersenyum walaupun aslinya saya juga bingung. Bagaimana tidak? Kami baru saja setuju untuk mengontrak rumah dan harus membayar kontrakan, memikirkan isi kontrakan dan sebagainya. Intinya kami sedang butuh banyak biaya. Dengan hilangnya atm suami berarti atm sayalah satu-satunya sumber uang. Dan coba lihat saldo di atm saya waktu itu. Buat bayar kontrakan aja ga cukup. Kekhawatiranku yang kedua yaitu suami harus bolak-balik Purwodadi - Demak setiap harinya tanpa menggunakan SIM. Bagaimana seandainya jika terjadi sesuatu di jalan, naúdzubillahi min dzalik. Akhirnya saya hanya bisa berucap, la haula wa laa quwwata illaa billah, bismillah...
Semalaman kami berusaha mencari dompetnya. Kami jalan kaki menyusuri jalan yang dilewati mas Dwi malam itu. Dari R. Suprapto, Simpang Lima Purwodadi, Jalan Gajahmada kemudian kembali lagi. Ya, jika waktu itu anda lewat sekitar jalan itu dan melihat ada orang berjalan kaki dengan raut muka bingung maka kemungkinan besar itu adalah saya dan suami. Napak tilas jalan dan mencari bahkan sampai melihat tempat sampah. Siapa tahu sudah dilempar orang tidak bertanggung jawab ke tempat sampah. Nihil. Ah, tampaklah kami putus asa dan kembali lagi ke kosan. Blokir ATM adalah hal pertama yang terpikirkan oleh kami. Dan malam itu juga ATM kami blokir. Kesokan harinya kami segera mengurus surat kehilangan di polres. Dompet pun sudah kami ikhlaskan. Mulai menyusun rencana kapan akan pulang untuk mengurus surat-surat.
Senin... Selasa.... Rabu.... Ah, kami sudah mulai sangat ikhlas. Sudah tidak mungkin kembali pikir kami. Sampai hari Kamis pagi di rumah mas Dwi di Batang datang surat dari seseorang yang mengaku menemukan dompet tersebut. Alhamdulillah dan tidak terbayang senangnya hati ini saat dikabari oleh Mbak Wulan (mbaknya mas Dwi). Kira-kira seperti ini suratnya..
surat yang ditulis Bapak Imanuel kepada kami
fokus ke poin 6 :P hahaa... berbunga-bunga aku bacanya hahahaaa... Akhirnya aku hubungi nomer Bapak yang mengaku bernama Pak Imanuel tersebut. Alhamdulillah, sungguh Allah itu Maha Baik, dompet yang kami sudah ikhlaskan malah kembali dengan pelantara Bapak yang sangat baik hati ini.
Bapak Imanuel namanya. Seorang kepala instalasi di Rumah Sakit Panti Rahayu (Yakkum) Purwodadi. Orang yang menurut kami sudah langka di jaman sekarang. Orang yang sangat jujur dan bertanggung jawab. Orang yang mau repot sampai mengirim surat ke alamat KTP karena tidak tahu harus mengembalikan dompet ke siapa. Sungguh kami, aku dan suami, sangat berterima kasih pada sosok Bapak yang satu ini. Kamis malam kami habiskan untuk bertamu ke rumah beliau, mengambil dompet, menyampaikan rasa terima kasih kami yang tidak bisa digambarkan lagi dan untuk mengenal betapa baiknya sosok Bapak Imanuel ini. Orang yang sangat baik yang aku pikir sudah langka karena orang jaman sekarang sudah individualis dan sinting semua. Alhamdulillah Ya Allah, Engkau masih mempertemukan kami dengan orang-orang yang baik. Alhamdulillah...
penampakan dompet mas Dwi
Tulisan ini spesial dipersembahkan untuk Bapak Imanuel dan Keluarga di Jl. Gajahmada, Purwodadi. May God always bless your family, aamiin..
Purwodadi, 9 Mei 2014
Thursday, 8 May 2014
Status Baru dan Hal-Hal yang Belum Selesai
Ada banyak memori bulan April. Bulan di mana saya menyandang status baru sebagai seorang istri dan menjadi Ny. Dwi Herjanto. Kebahagiaan dan kesempatan yang seumur hidup akan menjadi catatan permanen di hidupku. Melewati awal-awal April dengan segala persiapan mulai dari menata diri, menata batin dan menata persiapan acara. Capek? Jangan ditanya karena setelah ijab kabul saya dan suami langsung sakit bahkan sampai seminggu kami batuk, pilek, pusing berkepanjangan. Alhamdulillah kami sudah sehat sekarang.
Gimana rasanya jadi istri? Wah itu pertanyaan yang sulit. Dulu sebelum resmi jadi istri, saya hanya tahu sekilas saja tentang suami saya. Setelah resmi barulah saya tahu bagaimana sifat sebenarnya, kebiasaannya baik yang baik maupun yang buruk dan sebagainya. Maka benarlah kalau ada yang bilang bahwa proses mencintai akan dimulai setelah ijab kabul terucap karena setelah ijab kabul bukan lagi fisik yang utama tapi pengabdian, pengorbanan dan tanggung jawab yang menjadi dasar cinta. Mau membuktikan? maka nikahlah saudara saudara! Jangan ditunda-tunda :D
Sedikit berbagi cerita, sebelum akad nikah ternyata suami saya pindah ke Demak sehingga saya dan suami merubah hampir semua rencana hidup. Untungnya, kami sudah terbiasa untuk menyiapkan rencana B, C dan seterusnya. Dan akhirnya diambil keputusan saya pindah ke kantor perwakilan di Purwodadi saja dan meninggalkan kondisi nyaman dan mengambil resiko untuk downgrade 2 tingkat asalkan bisa seatap dengan suami. Hidup sangat menyenangkan saat masih cuti tapi mulai agak melelahkan setelah kembali ke dunia nyata. Suami harus bolak-balik Purwodadi - Demak tiap hari. Jujur saja saya kadang tidak tega melihat dia tidur kecapekan. Selama 2 minggu belum dapat kontrakan dan harus sabar di kosan. Bersempit-sempit dengan barang bawaan kami berdua yang banyak. Alhamdulillah hari Sabtu besok kami akan pindah ke tempat baru. Memutuskan untuk mengontrak rumah karena kami masih bingung mau mengambil homebase di mana.
Dan inilah saya, sudah 3 minggu saya menjalani status baru menjadi seorang istri. Masih banyak sekali kekurangan dan masih belum bisa menjadi istri yang baik. Tapi bagaimanapun, saya dan suami akan mencoba melengkapi dan belajar menjadi partner yang baik.
Dan inilah saya, sudah 3 minggu saya menjalani status baru menjadi seorang istri. Masih banyak sekali kekurangan dan masih belum bisa menjadi istri yang baik. Tapi bagaimanapun, saya dan suami akan mencoba melengkapi dan belajar menjadi partner yang baik.
Bagi seorang anak, ridho Allah ada pada keridhoan orang tuanya...
Bagi seorang istri, ridho Allah ada pada keridhoan suaminya...
Purwodadi, 09-05-2014
Monday, 20 January 2014
The Proposal
Semenit, dua menit, sejam, sehari, seminggu, kata-kata itu membayangi. Seorang yang masih asing, hanya pernah bertemu wajah bahkan belum pernah ada kesempatan untuk mengobrol tiba-tiba mengucapkan sederet kata yang langsung membuatku terdiam. Kata-kata berikutnya yang terucap dariku adalah deretan pertanyaan "are you crazy? you even don't know where I live." Kemudian dia hanya berkata sekali lagi,
"Ijinkan aku meminangmu agar menjadi yang halal bagiku..."
Semalam lalu, ku gelar sajadah berharap istikharahku menemukan namanya. Meyakinkan bahwa dia memang calon imam buat keluargaku. Istikharahku masih goyah, namanya masih tak kutemukan.
Tapi, sepertinya niat dan kesungguhan bisa membuatku sekali lagi menggelar lagi sajadahku. Bismillah...
Pagi itu, seorang laki-laki datang ke rumahku, meminta ijin kepada Ayahku untuk mengenalku, mengkhitbahku. Gayung bersambut, kudengar Ayahku meminta keluarga laki-laki itu untuk datang resmi mengkhitbahku. Alhamdulillah, insyaAllah dialah calon imamku. Orang yang keridhoannya akan jadi surgaku nanti. Proses yang cepat, hanya berhitung bulan dari awal mengenalnya hingga yakin bahwa dia insyaAllah imam yang tepat buatku. Dan berhitung beberapa bulan ke depan aku akan berubah sebutan menjadi istri orang.
Sekarang, menghitung mundur menuju hitungan lembar kehidupan baru. Mempersiapkan diri dan mempersiapkan hati. Semoga niat ini dimudahkan, dilancarkan sampai ke apa yang kami rencanakan. Semoga Allah meridhoi perjalanan ini dan semoga pondasi ini dikuatkan agar bangunannya kokoh menjulang.
InsyaAllah, will be married soon.. ^^
to be continued,,,,
Monday, 21 January 2013
06012013 - 21012013
Terima kasih Allah sudah menitipkan Najwa di tengah keluarga kami. Semoga Najwa kembali dengan keadaan terbaik di sisi-Mu. Ijinkkan kami kelak ketemu lagi sama Najwa.
Allahummaghfirlaha warhamha wa`afiha,
wa`fuanha wa akrim nuzulaha,
wa wassi`mat khalaha,
waghsilha bilmaa-i watstsalji walbarad
Inna lillahi wa inna ilaaihi roji'un
Allahummaghfirlaha warhamha wa`afiha,
wa`fuanha wa akrim nuzulaha,
wa wassi`mat khalaha,
waghsilha bilmaa-i watstsalji walbarad
Inna lillahi wa inna ilaaihi roji'un
Friday, 18 January 2013
Keep Strong, Baby!
Najwa kecil masih terus berjuang di box kecil itu. Masih dengan oksigen dan selang-selang di tubuhnya. Nak Sholihah, kuat ya. InsyaAllah sebentar lagi Najwa sehat.
Allahu Rabbi, kabulkan permintaan kami, perkenankan putri kecil ini meramaikan keluarga kami kembali. Kami kangen, pengen gendong, pengen nyium pipi Najwa lagi. Bukan cuma melihat dari balik kaca seperti ini. Doa terus mengalir dan semoga langit rahmah-Mu terketuk. Najwa kuat dan akan sehat, aamiin :)
Mohon doa buat si kecil Najwa Nur Nafisah, ponakan saya yang sampai sekarang masih belum pulih. Semoga diberi kesembuhan yang tiada kesakitan lagi sesudahnya. Keep strong beautiful baby Najwa ^^
PANTAI
Kenapa saya suka pantai? Karena saya terlahir di daerah pantai, dari
kecil sudah biasa main di pantai. Cari kerang, main ombak,
kejar-kejaran, sepedaaan di pantai. Saya jatuh cinta dengan pantai.
Pantai itu obat, obat stres, obat penenang dan obat penangkal kesedihan.
Suara ombak dan pasirnya itu lho. Rasanya tentrem jalan dengan pasir di
sela-sela jari kaki dan terjangan ombak di kaki. Sensasinya beda.
Mungkin karena itulah pantai juga jadi tujuan wisata favorit di dunia,
sebut saja Maldives, Bali, siapa yang tak ingin ke sana walaupun sekedar
duduk-duduk di tepi pantainya. Ah, kalau saya mah ga perlu muluk-muluk
ke Bali apalagi Maldives, saya sudah cukup bahagia bisa ke Pantai deket
rumah tiap pulang dua minggu sekali atau sebulan sekali. Udah cukup buat
menggosongkan badan dan membuang sedikit stres.
Kemarin, libur 4 hari dari tanggal 29 Desember 2012 sampai 1 Januari 2013, saya menyempatkan ke Pantai Gedong lagi. Tepatnya tanggal 31 Desember, hari terakhir di tahun 2012. Kenapa hari ini? Karena kalau pas tanggal 1 Januarinya pantai pasti ramai, hehe saya ga terlalu suka beramai-ramai di pantai. Kali ini agendanya cuma mau duduk-duduk ngelihat matahari terbit, motret pantai dan jalan-jalan di sepanjang pantai. Pokoknya sampai bosenlah. Dan alhamdulillah, sunrise dapet, foto dapet, seneng dapet dan dapet ilmu juga. Maka nikmat Tuhan manakah yang engkau dustakan (Q.S. 55:55)
Dari semua pengunjung pantai, tentu saja yang paling berbahagia adalah anak-anak. Lihat saja di foto, dengan riangnya mereka kejar-kejaran dan menceburkan diri ke laut. Berenang, seakan ga ada beban. Ah, sudah semestinya kan masa kanak-kanak begitu. Bukan yang duduk di ruangan untuk nonton TV atau main PS dan komputer, tapi yang berlarian ke luar rumah, mengenal alam dan belajar arti persahabatan. Ah, anak-anak ini membuat saya iri. Dari awal saya sampai di pantai, kelompok merekalah yang menarik perhatian saya. Betapa tidak, mereka datang bersepeda dengan ribut dan canda gurau khas bocah usia SD. Saling ejek dan tertawa, tidak ada kemarahan. Kemudian berlarian ke pantai seperti anak kucing yang kesenangan melihat ikan. Dan byur... byur... mereka sudah menyatu dengan ombak. Jangan ngaku mahir renang kalau belum renang di laut. Anak-anak ini mungkin ga tahu teori renang tapi mereka ini mahir sekali mondar-mandir di laut. Ya, insting anak pantai. ^^
Tentu saja bukan hanya mereka dan saya di pantai pagi itu. Kalau kata temanku, bagi dunia hari ini memang bernama Sunday, tapi bagi yang sudah berkeluarga hari ini adalah Son-day. Eh tapi hari ini Senin ding, tapi kan ini libur jadi anggap saja Minggu haha.. Begitulah, pantai ini ramai dengan keluarga yang menghabiskan "Minggu" pagi bersama. Hawa keceriaan kental sekali, apalagi di tengah long weekend begini banyak yang pulang kampung. Dari tempat parkir kendaraan saja saya tahu ada beberapa plat luar kota. Mungkin sekalian, mumpung ke Lasem ya sekalian ke pantai. Rugi amat udah ke sini ga ke pantai. Ya, walaupun pantainya ga bagus-bagus amat. Pasirnya ga putih dan airnya ga sejernih kayak di pantai Karimun Jawa, tapi saya suka. Ah, memang dari dulu suka pantai sih, jadi mau ke pantai mana saja saya suka.
Foto di atas itu, ada ayah dan anak yang unik. Lucu ngelihatnya. Jadi, si Ayah kayaknya lagi ngelatih anaknya. Anaknya disuruh jalan merangkak di pasir sementara si Ayah merekam ekspresi lucu si anak yang kadang-kadang malah guling-guling di pasir, hahaa.. Lucu banget pasangan Ayah - Anak ini. Di bagian pantai lainnya, beberapa orang dengan pelampung dari ban mengapung dengan santai di laut. Kalau ombaknya agak besar mereka terguling dan tertawa. Ah, pantai emang tempat yang penuh tawa. ^^
Sebagian besar di pantai ini buat having fun, tapi ternyata di sisi pantai lain ada 2 orang mas-mas yang hanya peduli sama pasir di depannya. Sedari tadi jongkong dengan ember besar dan mengeruk pasir yang entah buat apa. Saya perhatikan sedari tadi masnya sibuk dengan pasir dan ayakan. Akhirnya karena penasaran, saya mendekat. Menyapa dan akhirnya ngobrol banyak dengan mas-masnya. Namanya Mas Gunawan dan adiknya, saya lupa namanya. Dan ternyata keduanya dulu murid Ibu saya di SD. Kebetulan yang bagaimana ini. Dari awal penasaran dengan tingkah lakunya sampai dapat cerita dan kenalan. Penasaran dengan penampakan Mas Gunawan dan apa yang dilakukan di pantai? Here is it...
Haiyo ada yang bisa nebak itu masnya ngapain?
Iyap, masnya lagi nyari kerang kecil-kecil kayak yang digambar di atas. Kalau penduduk sekitar termasuk aku nyebutnya Ndas Kaji. Ndas Kaji itu kalau diterjemahkan ke bahasa Indonesia itu Kepala Haji. Kerang imut-imut nan warna-warni ini disebut demikian karena bentuknya yang mirip sorban. Sorban kan identik dengan orang yang ke tanah suci untuk Haji, jadi karenanya kerang ini dijuluki Ndas Kaji. Hahaa.. lucu ya ^^ Kerang ini warna-warni dari biru, merah, dan macam-macam coraknya. Cantik!
"Buat apa ngumpulin beginian Mas? Ini kan biasanya buat mainanku dulu pas kecil. Mau diapakan?" Yak, mulai deh serbuan pertanyaan dimulai hehe.. Ternyata kerang ini adalah bahan baku pembuatan berbagai macam kerajinan dan komoditi ekspor. Ekspresi mukaku langsung kaget. Ekspor??? Ternyata benar. Orang Indonesia ga tahu betapa cantiknya kerang ini kalau sudah disusun cantik jadi lukisan atau barang kerajinan lain. Ironis ya. :(
Jadi, Mas Gun ini ngumpulin kerang ini, trus dijemur. Kalau udah kering di sortir sesuai warna dan corak kemudian dikirim ke Bekasi untuk nanti di ekspor. Dan di Bekasi sendiri juga sudah mulai buat kerjainan-kerajinan seperti ini kata masnya. Sekilo Ndas Kaji dihargai Rp25.000,00. Sehari bisa dapet sekitar 10 - 20 kg tergantung lamanya mereka panas-panasan di pantai. Lumayan banget kan. Imbang dengan usaha yang setiap pagi panas-panasan nyari kerang dan milah-milah kerang yang kecil-kecil itu.
Waktu ditanya masnya kok bisa dapet info dan penyalur sampai Bekasi caranya gimana eh si Mas ini malah dengan santai bilang "Jaman sekarang ada internet ada HP ada mulut kalau ga bisa dapet info ya kebangetan Dek! Makanya, internet jangan cuma dibuat facebook-an!" JLEB! Hahaa.. benar juga apa kata si Mas ini. Saya sebagai yang tiap hari terkoneksi internet merasa tersindir bahkan tertusuk. Mulai menghitung berapa porsi internet saya gunakan untuk belajar dan nyari informasi penting dibandingkan dengan cuma main-main dan social media. Aduduh.. Malu!
"Tapi kerang ini ga tiap hari ada Dek, musiman. Kebetulan ini lagi musim. Oh ya, yang biru tua harganya lain. Lebih mahal." kata Mas Gun sebelum saya pamitan. Waaah... Okelah, saya jadi tahu kalo kerang kecil-kecil ini ternyata diminati sampai ke luar negeri. Ilmu baru nih. Kapan-kapan kalau sempat mau ngumpulin terus bikin sesuatu ah. Jadi tertarik :)
Alhamdulillah panas-panasan di pantai pagi itu ga cuma dapet panas tapi dapet seneng, dapet foto dapet kenalan, dapet cerita, dapet ilmu. Alhamdulillah ^^
Lestarikan Pantai, Lestarikan Lingkungan, Lestarikan Alam, Lestarikan Kehidupan.. ^^
Senin, 31 Desember 2012
Pantai Gedhong, Kec Lasem, Kab. Rembang
Friday, 11 January 2013
NAJWA
"Najwa Najdah, insyaAllah ini doa buatnya." begitu kata masku.
"artinya apa Mas?" Rahasia Keberanian. Begitu kata masku. Kilat di mata masku mengisyaratkan kalau dia dan kami optimis bahwa Najwa akan kuat, bayi kecil ini akan sehat, tumbuh cantik dan sholihah. Allah sayang sama Najwa dan Allah tahu Najwa anak kuat, sabar dan tangguh. Makanya Allah memberikan anugerah berupa porsi ujian yang lebih sama Najwa.
Najwa, saat kau tumbuh nanti Nak, aku yakin kau akan jadi pejuang yang tangguh, yang sabar, yang kuat yang sholihah. Nak sholihah, insyaAllah semua baik-baik saja. Allah sayang sekali sama Najwa.
Monday, 7 January 2013
Rapelan?
Judulnya mancing banget ya! kekeke.. Tapi maafkeun, posting ini bukan tentang rapelan yang tertukar #eh. Postingan ini tentang rapelan ngisi blog. Berhubung sudah tahun baru, suasana baru, baru pindah seksi juga jadi mari yuk nulis lagi.Udah dari kemarin banyak yang mau di share di sini. cerita pantai, jalan-jalan, tapi bentar lagi transfer foto dulu. Biar isinya ga cuman huruf doang. ^^
Yey,, 2013 semangat baru, semoga bentar lagi kantor yang baru juga #wish :)
Yey,, 2013 semangat baru, semoga bentar lagi kantor yang baru juga #wish :)
Monday, 26 November 2012
I Say This..
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Wahai Rabb kami, karuniakanlah pada kami dan keturunan kami serta
istri-istri kami penyejuk mata (hati) kami. Jadikanlah pula kami sebagai imam
bagi orang-orang yang bertakwa (QS. Al Furqon:74)
Lapangkan hati kami,, bahwa apa-apa yang menurut kami baik belum tentu baik menurut-Mu ya Allah. So this is me, berharap takdir yang terbaik dari-Mu. Let say this Li, rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dzurryatinaa qurrata a'yuniw waj'alna lilmuttaqiina imamaa
Tuesday, 23 October 2012
Jalan-Jalan Ber-Alibi Kondangan
Hello Universe, rasanya hatiku sudah a half charging weekend kemarin. Jalan-jalan, nenangin pikiran. Bermetamorfosis! Dan akan lengkap weekend ini saat pulang.. yey!!
Maafkeun kalau beberapa minggu belakangan saya sering ngegalau di twitter. Maafkeun yang tiba-tiba dapat gangguan saya beberapa minggu terakhir. Setidaknya kamu, kamu dan kamu jadi lebih tahu apa yg harus kamu lakukan saat menemukan aku jadi lebih ceria daripada biasanya, lebih ceplas ceplos daripada biasanya, lebih sering ketawa dan senyum, ya cukup mengalirlah dengan iramaku. berceritalah dan tertawalah bersamaku.
Aku sempat mengingat sebuah kalimat, Don't let the silly little dramas of each day get you down. For you are here to do great things.Iya bener, ga usah drama. Hidup itu bukan FTV yang unyu-unyu, hidup itu keras, Jenderal! Makanya, saat kau sedih menangislah secukupnya dan ayo semangat lagi. Setidaknya, iya setidaknya kamu jadi tahu ada skenario lain yang mungkin dulu ga pernah dilihat. Dan here it is! Look, your God never let you down.
Weekend Magelang - Jogja
Ceritanya kondangan sekalian jalan-jalan atau jalan-jalan sekalian kondangan, ah apapun. Yang pasti Sabtu Minggu kemarin aku dan Mbak Umi sukses menapakkan kaki di Magelang dan Jogja. Rencana awal berangkat jam 6 pagi tapi akhirnya molor jadi jam 10. Maklumlah, I am 0-blood-type :D Berangkat cuma modal diri, uang, HP dan tas ransel. Oke, aku baru pertama kali ke Magelang naik bus dan ternyata Mbak Umi juga sama. Ga ngertilah nanti mau turun di mana cuma modal ancer-ancer dari Mbak Dian, "ntar kamu turun Kebon Polo njuk tak jemput." Naik bus, duduk langsung bilang ke kondektur bus," Pak, kula mangke mandap Kebon Polo saged?" si Bapak mengangguk dan yay Magelang, I'm coming...
Pernah ga sih kamu duduk di bus terus dapat teman seperjalanan yang baik, nyambung berujung sampai kenalan, cerita macem-macem? Pernah. Menyenangkan karena itu sangat membantu mengurangi kebosanan selama perjalanan. Tapi kalau sebaliknya? Duduk bersebelahan dengan orang yang berpotensi membuat kita sebal, lebih baik gunakan caraku, ambil posisi duduk senyaman mungkin, ambil headset, setel lagu-lagu favorit, doa dan tidur. Itu akan menyelamatkan diri dari kemungkinan penyakit hati sebel, grundel dan ngomongin orang.Ya begitulah kira-kira yang aku lakukan selama perjalanan ke Magelang kemarin. Kebetulan aku misah tempat duduknya sama Mbak Umi dan kebetulan dapet teman perjalanan yang kurang enak.
2 jam lebih sedikit perjalanan, sampailah di Magelang. Dijemput sama Mbak Dian, ngobrol-ngobrol bentar dan culinary time! Pas banget dateng pas jam makan siang. Jadilah kami muter cari makan dulu. Magelang itu khasnya tahu kupat, so pilihan makan siangnya ya tahu kupat. Pas disajiin aku langsung nyeletuk, "lha ini kan sama aja kayak tahu gimbalnya semarang versi lebih encer." Dan rasanya ga jauh-jauh beda. Mungkin emang ga begitu hobi makan tahu gimbal juga jadi kerasanya sama aja hehee.. Abis itu ke Es Eny. Dateng langsung disambut berbagai nama es yang aneh-aneh. Es Kemesraan, Es Putri Salju, Es Sendiri Lagi, Es apalah pokoknya banyak dan aneh-aneh. Kenyang? Banget. Selanjutnya ke rumah Mbak Dian, istirahat.
Skip langsung ke hari Minggu. Meluncur ke Sleman, ke rumah Mbak Wita. Intinya kan ke Jogja itu mau kondangan kan ya. Datang pas akad nikah, langsung sumringah lihat mantennya cantik banget. Prosesi ijab kabul, alhamdulillah, sah! Salaman sama mantennya langsung pamitan. Meluncur ke Kaliurang. Ini jadi intinya jalan-jalan ber-alibi kondangan. Lha kondangannya ga ada sejam, lebih lamaan muter-muternya. Next destination, Taman Wisata Kaliurang, ke Museum Ullen Sentalu. Ini janji Mbak Dian, mau bawa aku ke sini. Dan kesampaian.
Buat kalian penikmat sejarah kerajaan-kerajaan Jawa, Ullen Sentalu itu pilihan yang cocok. Museum yang dikelola oleh keluarga yang cinta kebudayaan Jawa, di sponsori 4 kerajaan Islam yang sampe sekarang masih eksis dan menjadi pengisi museum ini. Kasultanan Yogyakarta, Mangkunegara, Kasunanan Surakarta dan Pakualaman. selengkapnya tentang Ullen Sentalu bisa dibuka di sini www.ullensentalu.com. Sayangnya, di sini ga boleh foto-foto sembarangan. Jadi, ga ada koleksi foto di dalam museumnya. Bisa foto-foto di bagian luarnya. Tapi, ga ada ruginya karena pemandangan dan bangunan museum ini unik. (Untuk sementara ga ada foto-foto dulu di sini, belum ditransfer foto-fotonya)
Intinya weekend kemarin aku sukses liburan. Walaupun cuma bentar ke Ullen Sentalu doang. Yang pasti sih lumayan refresh, senang dan kenyang *eh :D
Can't wait jalan-jalan selanjutnya.. Episode depan 10 November, Surabaya I'm coming... ^^
Saturday, 13 October 2012
#termin 007
Prinsipnya itu seperti tepuk tangan.
Akan berbunyi kalau ada dua telapak tangan yang bertabrakan.
Tapi jika cuma satu telapak tangan,
hanya akan ada angin dan hampa.
Begitu prinsipnya..
Akan berbunyi kalau ada dua telapak tangan yang bertabrakan.
Tapi jika cuma satu telapak tangan,
hanya akan ada angin dan hampa.
Begitu prinsipnya..
Tuesday, 9 October 2012
Jalan-jalan Kali Ini, Kediri (Lewat Selatan)
Weekend kemarin saya nyempetin waktu ke Kediri. Nengok ponakan. Meskipun udah berkali-kali ke Kediri, perjalanan kali ini beda. Apa yang bikin beda? Rutenya. Ya, kali ini karena berangkatnya dari Semarang jadi aku milih lewat jalur Selatan yang lebih deket. Pertimbangan lainnya karena jalur Pantura sedang lagi ada perbaikan jalan yang bisa sampe 2 jaman macet kalo lagi sial. Setelah ambil keputusan lewa jalur selatan, mulai deh banyak pertanyaan di pikiran. Ini nanti naik apa? Lewat mana? Bingung. Buta arah sama sekali. Apalagi rencananya berangkat malam hari dan sendiri. Kalau lewatnya Pantura mah saya apal dan mungkin ga ngerasa was-was karena udah biasa. Harap maklum ya, saya orang Pantura yang sehari-hari lewatnya ya jalan sepanjang pantai utara. :D
Mulailah lima hari sebelum hari H saya sibuk nyari-nyari info travel, bus, kereta, pokoknya kendaraan yang mungkin dinaiki sampai ke Kediri. Ngumpulin referensi dari cerita-cerita di blog sampai nanya sana sini. Sayangnya koleksi temen dari Kediri minim. Apalagi yang sering bolak balik Kediri - Semarang. Setelah cari info sana sini akhirnya keputusan mengerucut ketiga opsi,
- Naik kereta api, ambil jurusan Semarang - Kediri dengan tiket dihitung Jakarta - Kediri yang artinya bisa sampe 200an ribu karena adanya cuman Bisnis. Bisa kena kanker tiba-tiba ini kalo PP naik kereta! Bahkan efeknya bisa kerasa sampai akhir bulan :(
- Naik Bus tapi dengan resiko harus pindah bus 2 kali. Semarang - Solo, Solo - Nganjuk dan Nganjuk - Kediri. Ini murah di ongkos tapi capek di badan. Apalagi kalo malem, waduh!
- Naik travel. Agak mahal tapi santai. Nunggu di kosan, dijemput trus dianterin sampai depan rumah tujuan. Ini kayaknya yang paling masuk akal dipilih buat perjalanan malam hari.
Dan benar saja, dari 3 opsi itu si Ayah cuman ngijinin kalo naik travel. Udah wanti-wanti juga dengan kata pokoknya pokoknya dan pokoknya. Kalo sudah begitu ya apa mau dikata, manut. Mulai deh nyari-nyari travel jurusan Semarang - Kediri.
Alhamdulillah hari Rabu sore akhirnya dapat tiket travel ke sana. Nama travelnya Surya Travel (mangga di googling sendiri). Mobil-mobilnya kebanyakan sudah tua, tapi pelayanannya lumayan bagus. Tiket Rp110.000,00 ke Kediri dapat snack roti dan aqua. Kalau dari Semarang malam jam tiket jam 8 (tapi praktiknya saya dijemput jam 9) sampai Kediri jam setengah 4 pagi. Lumayan cepet untuk ukuran travel. :)
Karena ini the first time-nya aku ke Kediri lewat jalur Selatan, aku udah niat mau ngapalin jalan. Lihat-lihat jalan biar ga buta-buta amat kalo ditanya. Jadilah semalaman ga tidur di mobil. Ngamatin kanan kiri. Tapi karena kondisinya gelap sepanjang jalan aku jadi ga bisa foto-foto.
Rutenya: Semarang - Ungaran - Salatiga (lewat Tingkir) - Boyolali - Sragen - Gemolong - Ngawi - Madiun - Caruban - Nganjuk - Kertosono - Kediri
Yang horor itu yang jalan dari Tingkir sampai Sragen. Jalannya sepi apalagi malem-malem. Dulu waktu ke Sangiran sama anak-anak magang Candisari aku pernah bilang ke Andri, "Wah lumayan iki Ndri nek lewat sini malem. Nek ana apa-apa misal ban bocor susah." Dan kemarin kesampaian dong, lewat daerah sini jam 12 malam. hahaa...
Kalau lewat Pantura, kita sepanjang jalan disuguhi pemandangan laut (yaiyalah namanya juga pantai utara -___-) nah, kalo lewat jalur selatan kita disuguhi pemandangan asri pohon-pohon. Emang bener ya kalo daerah selatan Jawa ini subur. Rimbun, adem aja gitu lihatnya. Sayang ni ga lewat pas masih terang, kataku dalam hati. Jalannya juga bagus, ga jelek kayak jalur pantura yang tiap tahun ada saja perbaikan di sana sini. Tapi jalur ini relatif sepi ga kayak Pantura yang 24 jam always ramai.
Setelah pegel-pegel duduk dimobil akhirnya jam 4 kurang dikit sampai ke Tinalan, rumah si kakak. Sampai sana saya disambut tangis hebohnya baby Faza yang lagi ngambek minta susu. Langsung ilang deh capek-capeknya. Cuci kaki, cuci tangan, cuci muka, cium baby Faza :) Sabtu Minggu melepas kangen. Ngobrol ngalor ngidul sama si Mbak, peluk-peluk Ibu sayang, dan dapet banyak wejangan dari si Mas. (buat wejangannya kayaknya perlu tulisan khusus kalo mau diceritain. Panjang kali lebar kali tinggi!) Sebenernya sih belum puas karena belum makan martabak Eifel, belum makan tahu Kediri dan belum puas gendhong baby Faza. Ntar deh kalo ada libur agak panjang ke Kediri lagi :)
Pulangnya saya naik travel yang sama, lewat jalur yang sama bedanya kali ini saya dari Kediri siang. Jadi bisa puas lihat-lihat jalan. Sayangnya, saya tepar di travel. Masuk angin sepertinya. Mual, muntah, ga bisa ngapa-ngapain dan HP mati. Untungnya perjalanan lancar, sampai kosan dengan selamat. Langsung gegulingan di kasur kamar. Alhamdulillah....
Sekian cerita jalan-jalan capek kali ini. Oiya, Kediri itu kota yang recommended buat dikunjungi lho.. :)
Tuesday, 2 October 2012
NINDA
Untuk semua Ayah terhebat di dunia, Untuk semua Ibu tertangguh di dunia.
Untuk semua anak yang terus belajar bagaimana menyayangi orang tua. Dan untuk
SAUJANA.
Senja
selalu memberikan semburat warna yang mengesankan. Campuran warna jingga lembayung dan sisa-sisa
terang sinar matahari. Warna yang romantis bukan? Ah, aku terngiang
kata-katanya kala itu. Kami menghabiskan senja bersama duduk di pelataran
Masjid megah yang entah kenapa sangat nyaman untuk menghabiskan waktu bersama
orang yang spesial. Dia menggenggam tanganku erat dan sesekali menggelayut di
pundakku.
“Sudah
lama banget Nin kita ga menikmati senja eperti ini?” dia menoleh ke arahku dan
tersenyum. Senyum yang aku kenal sejak dulu. Senyum yang membuatku jatuh cinta
dan selalu jatuh cinta padanya.
“Kita
akan lebih sering keluar bareng...” kalimatnya pelan dan menggantung. Ada ragu
yang tersimpan dibalik senyumnya. Ah, aku tahu kalimatnya ini hanya untuk
membuatku tersenyum. Dan aku tersenyum, meraih kepalanya yang sudah bersandar di
pundakku sedari tadi.
“Lihat
sini! Senyuuuum...” Fahri dengan segera mengabadikan kebersamaan kami.
“Bagus ga
hasilnya?” Lihatlah dia sudah berlari ke arah Fahri yang dengan bangga
memperlihatkan hasil karyanya. Senyum di wajahnya membuatku tahu bahwa hasil
fotonya bagus. Fahri berbakat soal fotografi. Ingat saat Fahri berhasil
memenangkan lomba fotografi sebulan lalu. Dia tak henti membanggakannya dan
menjadikannya topik sepanjang hari. Membuatku cemburu.
Fahri
berjalan ke arahku. Duduk di sampingku, basa-basi sekedarnya tentang masjid ini
yang selalu mempesona. Dan seperti biasanya Fahri dengan segera mengambil
seluruh perhatian ke arahnya. Ah, kenapa aku harus berbagi kebersamaan yang
seharusnya mungkin lebih indah kalau tanpa Fahri. Pikiran bodoh itu melintas
begitu saja di benakku. Lihatlah Ninda kini sudah beranjak pindah ke samping
Fahri dan memberikan seluruh pandangan matanya ke Fahri. Begitulah, selalu
seperti ini.
Senja
semakin meremang dan sudah saatnya kami pulang. Dia menggandeng tanganku. Berjalan
bersebelahan denganku. Fahri di sebelahnya terlihat repot membawa perlengkapan
kameranya.
“Tunggu
di sini ya aku ambil mobil dulu.” Fahri bergegas berjalan ke parkiran
menyisakan aku dan Ninda dalam hening.
“Nin?”
“Iya?”
jawabnya dengan menatapku lekat.
“Makan
malam dulu di rumah ya sebelum pulang?” Dia dengan segera mengangguk. Beberapa
menit kemudian sampailah kami di rumah kecilku. Dan jadilah malam ini rumah
kecilku ramai. Dia dan Fahri duduk di ruang tengah tertawa bersama saat membuka
album foto. Entah apa yang mereka tertawakan. Fahri tipe orang yang tidak
banyak bicara. Dia membuatku bertanya apa yang membuatnya begitu spesial bagi
Ninda.
Tuesday, 18 September 2012
Menunggu Hujan Turun...
Panas Semarang akhir-akhir ini semakin menyengat. Rindu gerimis, rindu tetes air hujan. Ya, saya menunggu hujan setelah berbulan-bulan lamanya Semarang ga disiram hujan. Bukan hanya Semarang, Rembang, kota asalku pun sebelas dua belas. Panas menyengat. Seakan matahari benar-benar ingin menunjukkan kekuatannya untuk menghangatkan bumi.
Hari ini, mendung bergelayut di langit Semarang. Semilir anginnya sejuk, semoga ini pertanda datang rahmat dari-Mu. Semoga turun hujan, lirih lisan ini berucap. Ini doa, ini harapan.
Gambar diambil dari sini
Hari ini, mendung bergelayut di langit Semarang. Semilir anginnya sejuk, semoga ini pertanda datang rahmat dari-Mu. Semoga turun hujan, lirih lisan ini berucap. Ini doa, ini harapan.
Ya Rabb, Semoga Engkau berkenan memberi kami hujan. Hujan sebagai pengantar rahmat, penyambung rizki dan penyejuk tubuh kami. Semoga hujan turun membasahi tanah-tanah yang kering agar kembali subur menghijau. Semoga hujan turun dengan membawa hawa sejuk agar hati-hati kami ikut damai di dalamnya. Semoga hujan membawa rizqi bagi kami dengan caranya. Karuniakan pada kami hujan yang manfaat, hujan yang membawa keberkahan di bumi kami ya Allah. Agar dalam rintik hujan kami tetap memuji asma-Mu.
Menunggu alunan doa saat hujan turun, Allahumma shayyiban nafii'an...
Gambar diambil dari sini
Tuesday, 11 September 2012
Subscribe to:
Posts (Atom)



.jpg)















